RIZA RAHMAN HAKIM BLOG

Developing Islamic Civilization Through Knowledge and Science

Search

Jumat, 08 Januari 2010

Maskulinisasi Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus)

Peningkatan Keberhasilan Pembentukan Monosex Jantan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Melalui Pemberian Hormon Metiltestosteron dengan Lama Perendaman yang Berbeda

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh hormon metiltestoteron dengan lama perendaman yang berbeda terhadap keberhasilan pembentukan monosex jantan lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan lama perendaman hormon metiltestosteron yang berbeda, yaitu perlakuan A = lama perendaman 0 jam, B = lama perendaman 12 jam, C = lama perendaman 18 jam, D = lama perendaman 24 jam, dan E = lama perendaman 30 jam. Analisa data menggunakan analisa keragaman (ANOVA) dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon metiltestosteron dengan lama perendaman yang berbeda berpengaruh nyata terhadap keberhasilan pembentukan kelamin jantan lobster air tawar. Rata-rata persentase jantan tertinggi diperoleh pada perlakuan E (lama perendaman 30 jam) yaitu sebesar 91,53% dan persentase terendah pada perlakuan A (lama perendaman 0 jam) yaitu sebesar 54,55%. Sedangkan untuk perlakuan B (lama perendaman 12 jam) menghasilkan persentase jantan 86,16%, perlakuan C (lama perendaman 18 jam) sebesar 85,52%, dan perlakuan D (lama perendaman 24 jam) sebesar 84,80%.
Disimpulkan bahwa pemberian hormon metiltestosteron dengan lama perendaman yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap pembentukan monosex jantan lobster air tawar, yaitu dengan perlakuan terbaik pada lama perendaman 30 jam.
 Sumber: Hasil Penelitian Riza Rahman Hakim, Fisheries Department, Faculty of Agriculture and Animal Husbandry, University of Muhammadiyah Malang, 2009.

Kamis, 07 Januari 2010

Penambahan Kalsium Pada Pakan untuk Meningkatkan Frekuensi Molting Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kalsium pada pakan terhadap frekuensi molting lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari di Laboratorium Indoor Perikanan, Fakultas Peternakan-Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kalsium pada pakan dapat meningkatkan frekuensi molting lobster air tawar. Hal ini ditunjukkan dengan perlakuan B (2%) yang memiliki frekuensi molting tertinggi, yaitu 1,47 kali/ekor. Selanjutnya diikuti oleh perlakuan D (6%) = 1,40 kali/ekor, perlakuan A (0%) = 1,27 kali/ekor, dan perlakuan C (4%) = 1,13 kali/ekor. Penambahan kalsium pada pakan juga memberikan pengaruh yang positif pada sintasan dan pertumbuhan lobster air tawar. Pada semua perlakuan pakan yang ditambahkan kalsium menunjukkan nilai sintasan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan pakan yang tidak ditambahkan kalsium. Data rata-rata sintasan lobster air tawar secara berurutan adalah sebagai berikut; perlakuan B (2%) = 93,33%, D (6%) = 93,33%, C (4%) = 86,67%, dan A (0%) = 80 %. Sedangkan data rata-rata pertumbuhan lobster air tawar secara berurutan adalah sebagai berikut; perlakuan B (2%) = 0,85 g, D (6%) = 0,79 g, C (4%) = 0,78 g, dan A (0%) = 0,73 g.
Sumber: Hasil Penelitian Riza Rahman Hakim, Fisheries Department, Faculty of Animal Husbandry and Fisheries, University of Muhammadiyah Malang, 2009.